ARAHNUSANTARA, BATU PUTIH – Kecamatan Batu Putih menjadi kecamatan terakhir sekaligus penutup pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Berau. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Kecamatan Batu Putih Jumat (06/02/2026).
Musrenbang dipimpin langsung oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, didampingi Wakil Ketua II DPRD Berau Subroto serta Kepala Bapelitbang Endah Ernany.
Dalam forum tersebut, terhimpun sebanyak 133 usulan pembangunan dengan sejumlah prioritas utama.
Bupati Sri Juniarsih menyampaikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran berdampak signifikan terhadap Alokasi Dana Kampung (ADK), sehingga diperlukan penentuan skala prioritas yang tepat. Meski demikian, sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan sumber daya manusia tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah.
“Efisiensi anggaran mengharuskan kita benar-benar memprioritaskan kebutuhan masyarakat. Namun pendidikan dan kesehatan adalah hal mutlak yang harus terus dijalankan,” tegasnya dihadapkan peserta Musrenbang.
Di sektor pesisir, pariwisata dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian masyarakat. Sri Juniarsih mengungkapkan bahwa kondisi jalan poros pesisir saat ini telah mencapai sekitar 90 persen layak guna, sehingga memangkas waktu tempuh dari Tanjung Redeb ke wilayah pesisir.
Selain infrastruktur jalan, ia juga menekankan pentingnya ketersediaan jaringan komunikasi di kawasan wisata yang hingga kini masih menjadi kendala di sejumlah destinasi unggulan.
Pada 2026, fokus pembangunan wilayah pesisir diarahkan pada drainase, jalan usaha tani, serta pengembangan pariwisata. Di sektor pendidikan, pemerintah menargetkan penambahan ruang kelas SD, lanjutan pembangunan SMP Balikukup, serta RDK.
Sementara di sektor kesehatan, akan dilakukan rehabilitasi rumah dinas tenaga kesehatan dan puskesmas pembantu.
Bupati juga mendorong kepala kampung dan kader TP PKK untuk lebih inovatif dalam mengembangkan UMKM, khususnya produk cinderamata khas pesisir yang didukung pengemasan dan perizinan PIRT.
Menutup sambutannya, Sri Juniarsih menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kampung, masyarakat, dan pihak swasta dalam pengembangan wisata, termasuk menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah di kawasan wisata.
“Pariwisata memiliki peran strategis dalam meningkatkan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga kelestarian budaya dan lingkungan,”pungkasnya.-(*)
















