Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaKaltimPariwisataPemerintahan

GOR Baru, Wajah Berau dengan Konsep Sport Tourism

126
×

GOR Baru, Wajah Berau dengan Konsep Sport Tourism

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTARA, BERAU – Konsep GOR Amungrogo Yogyakarta dipilih sebagai rujukan dalam pembangunan Gedung Olahraga (GOR) yang berlokasi di kawasan Kakaban Aquatic, Kabupaten Berau. Pembangunan fasilitas olahraga ini diharapkan menjadi penunjang utama pengembangan pariwisata daerah berbasis sport tourism.

Dengan kapasitas yang mampu menampung ribuan pengunjung, keberadaan GOR tersebut diyakini dapat mendorong peningkatan jumlah wisatawan seiring dengan digelarnya berbagai event olahraga berskala regional hingga nasional.

banner 325x300

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Review Pembangunan GOR Kakaban Aquatic pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau, Ridho Septian Rahman, menyebut konsep sport tourism yang diusung sejalan dengan visi dan misi Bupati Berau dalam meningkatkan daya tarik pariwisata di berbagai sektor, termasuk olahraga Rabu (04/2/2026).

“Konsep sport tourism ini kami rancang agar Berau tidak hanya dikenal dari sisi wisata alam, tetapi juga sebagai tuan rumah berbagai event olahraga baik regional,nasional,bahkan internasional,” ujar Rahman.

Pembangunan GOR yang diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp66 miliar tersebut menjadi salah satu proyek strategis daerah. Keberadaan fasilitas olahraga berstandar internasional ini diharapkan dapat memperkuat citra Berau sebagai daerah tujuan pariwisata berbasis olahraga.

GOR ini dirancang sebagai bangunan indoor dengan satu arena utama berukuran standar internasional. Meski demikian, arena tersebut bersifat multifungsi dengan berbagai pilihan lapangan dan dapat digunakan untuk berbagai cabang olahraga, seperti bulu tangkis, bola voli, bola basket, dan futsal.

Dari sisi kapasitas, GOR ini direncanakan mampu menampung hingga 4.000 penonton. Seluruh tribun akan menggunakan sistem single seat, sesuai regulasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), guna menjamin keselamatan serta kepastian jumlah penonton.

“Dengan sistem single seat, panitia dapat mengontrol jumlah penonton yang hadir. Jika tribun penuh, penonton masih memiliki alternatif menyaksikan pertandingan melalui videotron yang disiapkan di luar GOR,” jelasnya.

BACA JUGA:  2026 Terealisasi.? Agus Minta Rencana Pembangunan Sirkuit Permanen Jangan Ditunda-tunda

Rahman berharap, kehadiran GOR berstandar internasional dengan konsep sport tourism ini dapat menjadi magnet baru bagi penyelenggaraan event olahraga, sekaligus mendongkrak sektor pariwisata di Bumi Batiwakkal.-(*FJR)