Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaKaltim

Jelajah Karya Kalimantan, Tiga Pemuda Asal Berau Temui Pembuat Musik Khas Dengan Segudang Pengalaman

99
×

Jelajah Karya Kalimantan, Tiga Pemuda Asal Berau Temui Pembuat Musik Khas Dengan Segudang Pengalaman

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTARA, TENGGARONG- Perjalanan tim dari Rumah Kesenian Batiwakkal (RKB) terus berlanjut, Tenggarong yang merupakan kota berjulukan “Kota Raja” Memberi banyak pengalaman bagi para pemuda/i asal Berau ini.

Bagi Mereka kesenian adalah sebuah jejak sejarah yang harus tetap lestari di manapun berada. Selain sebagai ruang belajar, kesenian adalah maha karya warisan leluhur untuk menyampaikan simfoni dari masa lalu.

banner 325x300

Tiga pemuda/i inipun berlabuh di sebuah hunian seni milik bapak Supian Tarmiji, pria parubaya asal banyuwangi ini adalah salah satu pembuat karya alat musik khas kalimantan sejak tahun 2004, dan semua dilakukan secara otodidak yang tentunya melihat berbagai referensi.

Atas keterampilannya itu, tak jarang dirinya mendapatkan orderan alat musik khas Kalimantan, baik dari pemerintahan maupun komunitas seni musik daerah lainnya.

Pria yang kerap disapa Pak Om ini terkenal dengan pengalamannya dibidang pentas seni. Tercatat beliau pernah tampil di berbagai Negara, yakni Belanda, Belgia dan negara serumpun Malaysia.

Tentunya selain memperkenalkan musik daerah khas kalimantan. Beliau juga otomatis mengharumkan nama indonesia di kancah kesenian dunia.

Pak om pun sampai saat ini masih aktif dan tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Banyuwangi (IKAWANGI) Tenggarong.

Selain mengunjungi Workshop Pak om yang sederhana di teras rumahnya. Para Pemuda/i yang terdiri dari, Hidayatullah, Denis, dan Megawati menyempatkan diri untuk melihat langsung pembuatan alat musik Jatung Utang.

Hal basic seperti pemilihan bahan, proses pemotongan kayu, serta rumus hitungan ukuran, dijelaskan secara gamblang oleh Pak om hingga akhir.

Tak sampai disitu, penjelasan tehnik dalam memainkan musik Jatung Utang juga sampai di praktekan oleh Supian secara langsung.

Diakhir pertemuan banyak kesan dan pesan  menarik untuk dijadikan refrensi bagi ketiga pemuda/i ini.”Saya sangat berterima kasih kepada pemuda yang datang jauh-jauh dari Berau. Semoga karya yang dapat saya perlihatkan ini. Mampu menggugah minat warga Berau, untuk cinta terhadap kesenian daerah lokal. Terkhusus anak mudanya,”pesannya kepada tiga pemuda ini.-(*FJR)

BACA JUGA:  8 Tuntutan Daerah, Aliansi Berau Menggugat Berhasil "Ceramahi" DPRD