Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaKaltim

Beras Kita Rusak Harga Pasar.? ini Penjelasan Resmi Dari Bulog

140
×

Beras Kita Rusak Harga Pasar.? ini Penjelasan Resmi Dari Bulog

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; highlight: false; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 35;

ARAHNUSANTARA,Tanjung Redeb — Ramainya perbincangan terkait peredaran Beras Kita Premium di Kabupaten Berau akhirnya mendapat tanggapan resmi dari Perum Bulog Cabang Berau. Bulog menegaskan bahwa kehadiran beras premium tersebut tidak akan mengganggu harga pasar maupun menggeser peran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang selama ini menjadi instrumen utama pengendalian harga beras.

Asisten Manajer Operasional Bulog Berau, Ade Anggoro, menjelaskan bahwa produksi Beras Kita bukanlah program baru.

banner 325x300

Produk tersebut telah lama diproduksi sebagai bagian dari upaya Bulog menyediakan pilihan beras sesuai kebutuhan dan segmen masyarakat.

“Ini produksi yang sudah lama berjalan. Untuk distribusi ke distributor, saya tidak terlibat langsung,” ujar Ade.

Ia menegaskan bahwa SPHP tetap menjadi prioritas pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

Program tersebut, kata dia, dijalankan berdasarkan penugasan pemerintah dan dikeluarkan ketika harga beras mengalami kenaikan signifikan.

“SPHP itu dikeluarkan saat harga tinggi, dan penyalurannya tergantung penugasan. Saat ini penugasan masih berjalan sampai 31 Januari 2026, dan kemungkinan pada Februari akan ada penugasan lanjutan,” jelasnya.

Menanggapi anggapan bahwa Beras Kita Premium berpotensi merusak harga pasar, Ade menilai asumsi tersebut kurang tepat. Menurutnya, beras premium memiliki segmentasi pasar dan standar mutu yang jelas.

“Beras premium itu memiliki kelas. Harga head premium sudah diatur di kisaran Rp15.400, tetapi kualitasnya berbeda-beda. Ada yang dipoles satu kali, dua kali, hingga yang sangat mengkilap seperti beras Raja Wali yang harganya bisa di atas Rp19 ribu per kilogram,” paparnya.

Ia menambahkan, perbedaan kualitas tersebut berbanding lurus dengan biaya pengolahan yang dikeluarkan. Semakin tinggi mutu beras, maka semakin besar pula biaya produksinya.

BACA JUGA:  Imbas Aturan Kemenkeu, Kades Meradang. Tenteram: Ikuti Aturan dan Lakukan ini...

“Bukan hanya distribusi, tetapi biaya pengolahan juga menjadi faktor pembeda harga di pasaran,” tambahnya.
Dengan perbedaan segmentasi tersebut, Bulog memastikan Beras Kita Premium tidak menjadi pesaing SPHP. Sebaliknya, produk tersebut hadir sebagai pelengkap untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai kelas.

“Beras Kita hadir sebagai opsi tambahan bagi masyarakat, baik di segmen menengah maupun premium. Tidak menyingkirkan SPHP, justru saling melengkapi,” tegas Ade.

Bulog Berau berharap keberagaman pilihan beras di pasaran dapat memberikan kenyamanan bagi konsumen, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tengah dinamika kebutuhan masyarakat.-(*)