Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaPariwisataPemerintahan

Berau Didorong Jadi Tujuan Wisata Maritim Unggulan Disbudpar: “Sebelum Jualan, SDM Harus Dipersiapkan Dahulu”

124
×

Berau Didorong Jadi Tujuan Wisata Maritim Unggulan Disbudpar: “Sebelum Jualan, SDM Harus Dipersiapkan Dahulu”

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTARA, BERAU – Kabupaten Berau terus mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur, khususnya di sektor Wisata Maritim, Kekayaan bawah laut dengan beragam spesies dan panorama alam menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Salah satu lokasi wisata bawah laut yang dinilai memiliki potensi besar adalah Pulau Kaniungan Besar, yang terletak di ujung selatan Berau Kecamatan Biduk-Biduk. Destinasi ini menawarkan keindahan alam dari dua sisi, yakni bentangan perbukitan serta ragam terumbu karang laut yang masih terjaga.

banner 325x300

Namun, untuk menunjang profesionalitas pengelolaan destinasi wisata maritim, ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, khususnya pemandu selam (diving guide), dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Pemandu selam berperan penting dalam mendampingi dan memastikan keselamatan wisatawan saat melakukan aktivitas penyelaman.

Kepala Bidang Pengembangan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Samsiah Natsir, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum tersedia pemandu selam bersertifikasi di wilayah Biduk-Biduk dan sekitarnya.

“Memang sudah ada beberapa orang yang memiliki sertifikasi divemaster, namun jumlahnya masih terbatas dan sebagian besar berada di wilayah Pulau Maratua dan Derawan,” jelas Samsiah.

Melihat potensi wisata bawah laut yang terus berkembang secara merata, Disbudpar Berau melalui bidang Pengembangan Wisata berencana melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna menghadirkan pemandu selam bersertifikasi di kawasan Biduk-Biduk.

Meski demikian, Samsiah menegaskan bahwa proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Calon pemandu selam harus melalui tahapan seleksi, pelatihan, serta uji kompetensi sesuai standar sertifikasi penyelaman.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini pelatihan dan sertifikasi diving tidak dapat lagi dilakukan secara mandiri di daerah. Kewenangan tersebut telah dialihkan ke tingkat provinsi.

BACA JUGA:  Ratusan Ribu Personel Turun, Demi Lancarkan Hal ini...

“Kewenangan sertifikasi sudah ditarik ke Provinsi Kalimantan Timur. Jadi, para penyelam yang ingin mendapatkan sertifikat harus mengikuti pelatihan dan tahapan resmi yang diselenggarakan di provinsi,” terangnya.

Disbudpar Berau berharap, dengan tersedianya pemandu selam bersertifikasi di setiap kawasan wisata maritim, kualitas pelayanan pariwisata akan semakin meningkat. Hal ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan pengalaman yang lebih profesional bagi wisatawan yang ingin menelusuri keindahan bawah laut Bumi Batiwakkal.-(*FJR)