ARAHNUSANTARA, KALIMANTAN TIMUR, Tingginya kasus HIV/AIDS yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kaltim menjadi sorotan masyarakat.
Dilansir Dari Detik Kalimantan. Menurut data per 30 September 2025 kasus penyakit seks ini mencapai angka 1.198.
Hal ini bukan tanpa alasan, akibat dari jumlah masyarakat di Kaltim terutama para pendatang yang bekerja mengalami lonjakan setiap tahunnya, baik bekerja sebagai buruh proyek dan pekerjaan formal lainnya.
Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltim, dr Ivan Wahyudi. Angka ini terakumulasi dari setiap daerah. Dan Rata-rata penderitanya berasal dari luar daerah kalimantan Timur.
“Para pekerja dari luar yang mendominasi angka tersebut, dengan berbagai alasan.” ujarnya.
Salah satu alasan yang terungkap ialah karna banyaknya perantau ini merasa jauh dari pengawasan orang tua, sanak saudara, bahkan pasangan, ditambah layanan prostitusi secara online sangat mudah di akses.
“Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak terkait termasuk penegak hukum, untuk menemukan formula apa yang efektif dalam menanggulangi fenomena prostitusi online ini,” jelas Ivan
Akankah Kalimantan Timur akan bisa mengurangi angka ini di tahun 2026, Pemerintah dan Pihak terkait harus segera menemukan solusi, agar angka HIV/AIDS di Bumi Borneo dapat di tekan secara signifikan.-(*FJR)
















