Scroll untuk baca artikel
Iklan 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BerauBeritaDPRDPariwisataPemerintahan

Masalah Garis Pantai di wilayah Kepulauan, DPRD: Jangan Dibiarkan Berlarut-larut

151
×

Masalah Garis Pantai di wilayah Kepulauan, DPRD: Jangan Dibiarkan Berlarut-larut

Sebarkan artikel ini

ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB- Berau merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki Wisata Maritim yang melimpah, salah satunya pulau Maratua, pulau yang berbatasan langsung dengan perairan Filipina ini menjadi salah satu pilihan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Akan tetapi keindahan tersebut menjadi sorotan, terutama warga sekitar kampung Teluk Harapan, mengapa demikian, selain dermaga kedatangan penumpang reguler berada disana. Banyak warga lokal yang berjualan di bibir pantai. Sehingga Kampung ini yang terlihat lebih ramai.

banner 325x300

Warga kampung Teluk Harapan Tarisno yang juga penjual di daerah garis pantai sempat memaparkan persoalan abrasi ini.

Dirinya menjelaskan abrasi yang terjadi membuat garis pantai menjadi berkurang

“Sekitar 10 tahun lalu jarak dari garis pantai ke lapak kami masih sangat jauh. Tapi makin kesini pengikisan membuat air laut semakin mendekat,”tuturnya.

Apalagi ketika air laut pasang. Volume air sampai memenuhi lapak para pedagang, dan membuat situasinya mengkhawatirkan.

Merespon hal tersebut Wakil Ketua II Sumadi menerangkan saat ditemui awak Media beberapa waktu lalu.

Dirinya meminta pemerintah untuk mencanangkan anggaran untuk penanganan abrasi di wilayah potensi, seperti kepulauan Maratua.

Pemecah ombak menjadi opsi yang relevan, dengan item ini, diharapkan ombak yang datang dapat diminimalisir, dan juga mengurangi efek abrasi yang cenderung cepat.

“Pemerintah justru harus segera mengatasi permasalahan ini, melihat kondisi pantai yang tidak memungkinkan bertahan dari abrasi jangan dibiarkan berlarut-larut,”tegas Sumadi.-(*FJR)

BACA JUGA:  Terasi Sangrai, Produk Unggulan Kampung Karangan Yang Siap Saingi Komuditas Lain