ARAHNUSANTARA, TANJUNG REDEB- Beberapa waktu lalu rapat gabungan yang di inisiasi oleh PLT Asisten II Setkab Berau Warji bersama OPD terkait, untuk membahas Harga Eceran Tertinggi (HET) peredaran beras di wilayah Berau.
Hal ini juga merupakan tindak lanjut dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok utama untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru mendatang.
Saat di temui awak media seusai rapat, hotlan silalahi Kabid Bina Usaha Perdagangan Diskoperindag Berau menerangkan, ada beberapa permasalahan dalam penentuan Satuan harga bahan pokok di kabupaten Berau, termasuk Beras.
Dikarenakan harga modal dari produsen yang cukup tinggi, sehingga membuat agen yang berada didaerah untuk sementara tidak melakukan order dan hanya berupaya menjaga stok beras saja.
“Kita punya suplay utama beras, yakni dari pulau jawa dan Sulawesi, dikarenakan produsen Beras mematok modal cukup tinggi, jadi agen tidak mau ambil resiko.”jelasnya.
Belum lagi “ujar Hotlan” Biaya pengiriman dan juga harga masuk di agen, dirinya berspekulasi keuntungan akan tipis, sehingga Pemerintah belum bisa memutuskan terkait Het yang akan di jadikan standar jual.
Harga dari produsen menurutnya sudah sangat tinggi sekitar 16.800 rupiah untuk tipe Premium dan 16.300 rupiah untuk tipe Standar. Jika memang dipaksakan untuk tetap suplay beras dari produsen luar, dirinya menjelaskan harga beras akan sangat tinggi di pasaran. Dan tentunya akan memberatkan masyarakat.
Solusi yang paling relevan saat ini dari segi bisnis, ialah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan subsidi pengiriman. Bagi para agen yang ingin masukan beras ke Berau, sehingga ini bertujuan mengurangi pengeluaran tinggi. Agar harga dapat di tekan.
“Subsidi pengiriman saat ini jadi solusi yang paling masuk akal saat ini, cuma kami akan coba untuk berkoordinasi dengan pihak terkait, agar keinginan masyarakat untuk mendapatkan harga beras yang murah tetap terwujud,”-(FJR)
















